Checklist SEO sebelum website online
Daftar cek SEO teknis, on-page, dan pengukuran yang wajib beres sebelum website online. Disusun dari Jutif Launch Standard, bisa dipakai untuk website buatan siapa pun.
Ditulis oleh Tim Jutif
Website baru online itu rasanya lega. Tapi banyak masalah SEO justru lahir di hari peluncuran: halaman yang nggak bisa diindeks, judul yang sama di semua halaman, gambar raksasa yang bikin lambat, sampai URL lama yang hilang tanpa jejak.
Checklist ini kami susun dari Jutif Launch Standard, daftar yang wajib lulus sebelum setiap website kami online. Kamu bisa memakainya untuk website buatan siapa pun.
1. Performa: cepat dulu, baru cantik
Google memakai pengalaman pengguna sebagai salah satu sinyal peringkat, dan pengunjung dari HP nggak sabar menunggu. Cek dengan PageSpeed Insights atau Lighthouse di Chrome, dalam mode mobile.
- Core Web Vitals lulus: LCP (waktu konten utama muncul) di bawah 2,5 detik, CLS (layout yang bergeser) di bawah 0,1, dan INP (respons saat diklik) di bawah 200 milidetik.
- Skor Lighthouse. Standar kami: Performance minimal 90, SEO 100, Accessibility minimal 95, Best Practices minimal 95.
- Gambar dioptimasi: format modern (WebP/AVIF), ukurannya sesuai tampilan, dan gambar di bawah layar dimuat belakangan.
- Responsif: cek di lebar 360, 768, 1280, dan 1920 piksel. Jangan sampai ada teks terpotong atau tombol yang susah dipencet di HP.
2. Teknis dasar yang sering terlewat
- HTTPS aktif dan versi
wwwatau tanpawwwkonsisten. Salah satunya harus mengarah (redirect) ke yang lain. - Halaman 404 custom yang membantu pengunjung kembali ke halaman penting, bukan halaman error kosong.
- Form terlindungi dari spam, misalnya dengan Turnstile, reCAPTCHA, atau honeypot. Spam bukan cuma mengganggu, tapi juga mengotori data konversi.
3. SEO on-page di setiap halaman
Judul dan deskripsi
- Title dan meta description unik untuk setiap halaman. Title memuat kata kunci utama halaman itu, deskripsi menjelaskan isi halaman dalam satu-dua kalimat yang bikin orang mau klik.
- Satu h1 per halaman, lalu h2 dan h3 berurutan. Struktur heading membantu Google dan pembaca layar memahami isi.
- Alt text di semua gambar penting. Tulis apa yang ada di gambar, bukan deretan kata kunci.
Tampil rapi saat dibagikan
- Open Graph dan Twitter card dengan gambar 1200×630 piksel, supaya link yang dibagikan di WhatsApp, Facebook, atau LinkedIn tampil dengan judul dan gambar yang benar.
Bantu Google memahami website
- sitemap.xml berisi semua halaman yang ingin diindeks, dan robots.txt yang nggak memblokir halaman penting. Ini kesalahan klasik: website staging yang diblokir dari Google, lalu blokirnya ikut terbawa saat online.
- Canonical URL di setiap halaman, supaya Google tahu versi mana yang asli kalau ada URL yang mirip.
- Structured data (JSON-LD) sesuai jenis halaman:
OrganizationatauLocalBusinessuntuk bisnis,BreadcrumbListuntuk navigasi,Articleuntuk blog,Serviceuntuk halaman layanan, danFAQPageuntuk tanya-jawab.
4. Pindah dari website lama? Jangan putus jalannya
Kalau website baru menggantikan website lama, URL lama yang sudah punya peringkat atau sudah dibagikan di mana-mana harus diarahkan dengan redirect 301 ke halaman baru yang paling relevan. Tanpa ini, semua "nilai" yang sudah dikumpulkan URL lama bisa hilang, dan pengunjung mendarat di halaman 404.
Cara sederhananya: buat daftar semua URL lama (dari sitemap lama atau Search Console), pasangkan satu per satu dengan URL baru, lalu uji setelah online.
5. Daftarkan ke Google
- Google Search Console terverifikasi, lalu submit sitemap. Dari sini kamu bisa lihat halaman mana yang sudah diindeks dan kata kunci apa yang memunculkan website kamu.
- Google Business Profile ditautkan ke website, terutama untuk bisnis lokal. Untuk pencarian seperti "klinik gigi dekat sini", profil ini sering tampil lebih dulu daripada website.
6. Pasang pengukuran sebelum online, bukan sesudahnya
SEO tanpa pengukuran itu seperti menanam tanpa tahu mana yang tumbuh. Minimal:
- GA4 terpasang dengan key events yang ditandai, misalnya klik WhatsApp dan kirim formulir.
- Klik WhatsApp, telepon, email, dan formulir tercatat sebagai konversi, supaya kamu tahu berapa leads yang datang dari pencarian organik.
- Parameter UTM terbaca dan ikut tersimpan bersama data leads.
Kalau kamu juga beriklan, tambahkan Meta Pixel dan Conversion API. Bedanya kami bahas di artikel Beda Meta Pixel dan Conversion API.
7. Legal dan kepemilikan
- Halaman Kebijakan Privasi yang menjelaskan data apa yang dikumpulkan dan untuk apa, sejalan dengan UU Pelindungan Data Pribadi (UU No. 27 Tahun 2022), plus pemberitahuan penggunaan cookie dan tracking.
- Domain, hosting, GA4, Search Console, dan akun bisnis atas nama kamu. Vendor cukup diberi akses. Ini penting supaya riwayat data SEO kamu nggak hilang kalau suatu hari pindah vendor.
- Backup dan monitoring uptime aktif, supaya kamu tahu kalau website down sebelum pelanggan yang memberi tahu.
Checklist ringkas
| Area | Yang dicek |
|---|---|
| Performa | Core Web Vitals lulus, gambar dioptimasi, responsif di 4 ukuran layar |
| Teknis | HTTPS, redirect www konsisten, 404 custom, form anti-spam |
| On-page | Title & deskripsi unik, satu h1, alt text, Open Graph |
| Indeks | sitemap.xml, robots.txt, canonical, JSON-LD, redirect 301 |
| Search Console + sitemap, Google Business Profile | |
| Ukur | GA4 key events, klik WA & form terlacak, UTM tersimpan |
| Legal | Kebijakan privasi, akun atas nama pemilik, backup & uptime |
Nggak semua poin ini langsung menaikkan peringkat. Tapi kalau ada yang terlewat, usaha SEO setelahnya, entah artikel, Google Business Profile, atau iklan, jadi kurang maksimal.
Penasaran website kamu sendiri gimana? Minta audit gratis: kami cek kecepatan, SEO dasar, dan apakah Pixel & GA4-nya terpasang dengan benar, lalu kirim hasilnya ke WhatsApp kamu.